<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Dream Across Circumstances</title>
	<atom:link href="http://mypromisedland.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://mypromisedland.wordpress.com</link>
	<description>Mind rulez the World</description>
	<lastBuildDate>Fri, 13 Feb 2009 08:11:03 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='mypromisedland.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Dream Across Circumstances</title>
		<link>http://mypromisedland.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://mypromisedland.wordpress.com/osd.xml" title="Dream Across Circumstances" />
	<atom:link rel='hub' href='http://mypromisedland.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Arise from Grave</title>
		<link>http://mypromisedland.wordpress.com/2009/02/12/arise-from-grave/</link>
		<comments>http://mypromisedland.wordpress.com/2009/02/12/arise-from-grave/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Feb 2009 08:08:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mypromisedland</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mypromisedland.wordpress.com/?p=40</guid>
		<description><![CDATA[Telah cukup lama blog ini terlantar. Andaikan ia adalah sepetak kebun pastilah dipenuhi oleh ilalang nan tinggi, sehingga sang pemilik kebun pun malas untuk merawatnya. Memang mempertahankan sesuatu lebih sulit dari pada saat memulainya. Ada banyak cerita yang ingin saya tuliskan pada blog ini, terkhusus tahun 2008&#8211;tahun keajaiban bagi saya dan pasangan, namun &#8216;writing mood&#8217; selalu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mypromisedland.wordpress.com&amp;blog=2400552&amp;post=40&amp;subd=mypromisedland&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Telah cukup lama blog ini terlantar. Andaikan ia adalah sepetak kebun pastilah dipenuhi oleh ilalang nan tinggi, sehingga sang pemilik kebun pun malas untuk merawatnya. Memang mempertahankan sesuatu lebih sulit dari pada saat memulainya.</p>
<p>Ada banyak cerita yang ingin saya tuliskan pada blog ini, terkhusus tahun 2008&#8211;tahun keajaiban bagi saya dan pasangan, namun &#8216;writing mood&#8217; selalu hilang ketika jemari ini siap menekan tuts keyboard. Kegiatan lain menempatkan blogging berada di urutan prioritas bawah, walau sebenarnya blog inilah wadah dimana saya masih bisa mencermati betapa saya patut bersyukur atas kehidupan ini di balik cengkraman materialisme kota besar.</p>
<p>Thanks to <a title="A@t Blog" href="http://aatblog.wordpress.com" target="_blank">Aat</a> yang sudah kembali meracuni saya untuk kembali berkubang di kolam wordpress ini. Semoga dalam beberapa hari ke depan, tulisan-tulisan &#8216;fresh from the oven&#8217; sudah bisa diposting di blog ini.</p>
<p>As clue, as beginning, I would like to comment about a few of vendors during my wedding preparation and D-day.</p>
<p> Here I am &#8230;&#8230;&#8230;. arise from grave!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mypromisedland.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mypromisedland.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mypromisedland.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mypromisedland.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mypromisedland.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mypromisedland.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mypromisedland.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mypromisedland.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mypromisedland.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mypromisedland.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mypromisedland.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mypromisedland.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mypromisedland.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mypromisedland.wordpress.com/40/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mypromisedland.wordpress.com&amp;blog=2400552&amp;post=40&amp;subd=mypromisedland&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mypromisedland.wordpress.com/2009/02/12/arise-from-grave/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/93e00185a31d47edb922a817e16cd4ac?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mypromisedland</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Satu Langkah</title>
		<link>http://mypromisedland.wordpress.com/2008/07/08/satu-langkah/</link>
		<comments>http://mypromisedland.wordpress.com/2008/07/08/satu-langkah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Jul 2008 01:50:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mypromisedland</dc:creator>
				<category><![CDATA[personal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mypromisedland.wordpress.com/?p=35</guid>
		<description><![CDATA[Pada suatu masa di sebuah negeri penuh misteri, tersebutlah ada seorang pendekar pembasmi kejahatan yang sedang dalam perjalanan menyelamatkan seorang putri nan cantik jelita. Alkisah, sang putri ditawan oleh Raja Tuyul yang sakti mandraguna. Namun aksi ciamik penyelamatan gemilang si pendekar bukanlah inti dari cerita ini. Setelah meluluhlantakkan posko Tuyul di kaki gunung Pancacela, Pendekar melanjutkan perjalanannya mendaki [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mypromisedland.wordpress.com&amp;blog=2400552&amp;post=35&amp;subd=mypromisedland&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pada suatu masa di sebuah negeri penuh misteri, tersebutlah ada seorang pendekar pembasmi kejahatan yang sedang dalam perjalanan menyelamatkan seorang putri nan cantik jelita. Alkisah, sang putri ditawan oleh Raja Tuyul yang sakti mandraguna. Namun aksi ciamik penyelamatan gemilang si pendekar bukanlah inti dari cerita ini.</p>
<p>Setelah meluluhlantakkan posko Tuyul di kaki gunung Pancacela, Pendekar melanjutkan perjalanannya mendaki punggung gunung tersebut. Langkah kakinya terhenti. Di hadapannya terbentang ujung jurang yang terpisah dari bagian gunung yg lain. Angin menerpa keras tubuhnya. Tidak terlihat sebuah jembatan yang bisa membawanya ke ujung seberang. Pendekar terduduk lemas, terlihat bingung menghadapi situasi yang ada. Tampak jelas terlihat puri tempat si Putri ditahan, namun ruang kosong pemisah antara mereka berdua terlalu jauh untuk bisa dilewati, walaupun Pendekar menggunakan Langkah Sutera, ilmu peringan tubuh andalannya. </p>
<p>Sambil terduduk, Ia berusaha mencari solusi menuntaskan situasi ini. Semakin dalam berpikir, semakin surut keyakinan Pendekar untuk bisa menyelamatkan sang puteri. Tak terasa hari telah berganti namun pendekar belum juga dapat menyeberangi jurang. Akhirnya dia teringat kepada sang Guru. Diambilnya posisi semedi sebagai media berkomunikasi dengan sang Guru. Pendekar memusatkan seluruh inderanya untuk mencapai titik sunyi, titik dimana terjadinya kontak batin antara dia dengan sang Guru. Dalam keadaan lelah dan tanpa semangat, cukup susah bagi dia untuk membawa jiwanya kepada titik sunyi tersebut. Akhirnya dia berhasil mengosongkan pikiran dan menyatu dengan alam. Di dalam kesunyian dan gelap, dia bisa merasakan kehadiran sang Guru di sampingnya. Terjadi dialog di antara Guru dan murid.</p>
<p>Pendekar : &#8220;Guru, perjalananku sepertinya sia-sia. Jangankan menyelamatkan puteri, menyeberang ke ujung jurangpun aku tidak mampu.&#8221;</p>
<p>Guru : &#8220;Jangan kuatir,anakku. Kamu pasti bisa menjadi penyelamat sang puteri.&#8221; </p>
<p>Pendekar : &#8220;Namun Langkah Suteraku pun tidak bisa membawaku ke seberang. Dan hal yg tidak masuk akal apabila aku harus turun sampai ke dasar dan kembali mendaki tebing diseberang sana.&#8221;</p>
<p>Dengan tersenyum, Sang Guru berkata : &#8220;Anakku, ada saatnya dimana ketika menghadapi suatu masalah, fisik dan jiwamu merasa tidak mampu menyelesaikannya. Hal itu alamiah. Aku tahu perjuangan yang telah kamu lakukan untuk menyelesaikan misi muliamu. Yang kamu perlu lakukan saat ini adalah PERCAYA dan YAKINLAH bahwa Aku akan menuntunmu melewati rintangan ini.&#8221;</p>
<p>Pendekar : &#8220;Tapi langkah NYATA apa yang aku perlu lakukan? Jurang terlalu lebar dan dalam, angin berhembus kencang, dan tenagaku telah terkuras banyak.Ini TIDAK MUNGKIN! </p>
<p>Guru : &#8220;PERCAYALAH dan YAKINLAH bahwa kamu tidak sendirian dalam perjalanan. Berdirilah dan kembali melangkah menyeberangi jurang di depanmu. Serahkan segala kekuatiran dan kebimbanganmu. Mulailah MELANGKAHLAH!&#8221;</p>
<p>Mengikuti perintah gurunya, pendekarpun bangkit dan kembali melangkah. Matanya lurus memandang puri Raja Tuyul. Di hadapannya terbentang jurang yang harus dilewatinya. Sedikit keraguan masih tertinggal di hatinya, namun tepat di pinggir jurang sang Pendekarpun mengayun satu langkah awal menyeberangi jurang tanpa dasar&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;..DAN TAK TERJATUH!</p>
<p>&#8212;</p>
<p><em>Terima kasih atas kekuatan hati yang KAU berikan kepada kami untuk mengayunkan satu langkah awal menyeberangi jurang kekuatiran menuju indahnya bersujud di bait suci-MU.</em></p>
<p>Mazmur 23:3  &#8221;Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya&#8221;</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/mypromisedland.wordpress.com/35/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/mypromisedland.wordpress.com/35/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mypromisedland.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mypromisedland.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mypromisedland.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mypromisedland.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mypromisedland.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mypromisedland.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mypromisedland.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mypromisedland.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mypromisedland.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mypromisedland.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mypromisedland.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mypromisedland.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mypromisedland.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mypromisedland.wordpress.com/35/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mypromisedland.wordpress.com&amp;blog=2400552&amp;post=35&amp;subd=mypromisedland&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mypromisedland.wordpress.com/2008/07/08/satu-langkah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/93e00185a31d47edb922a817e16cd4ac?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mypromisedland</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Project yang tertunda (Part 2 of 3)</title>
		<link>http://mypromisedland.wordpress.com/2008/05/29/project-yang-tertunda-part-2-of-3/</link>
		<comments>http://mypromisedland.wordpress.com/2008/05/29/project-yang-tertunda-part-2-of-3/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 May 2008 07:20:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mypromisedland</dc:creator>
				<category><![CDATA[family]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mypromisedland.wordpress.com/?p=33</guid>
		<description><![CDATA[Kesaksian Vespa 1984 Sudah saatnya kisah ini kuceritakan kepada kalian, supaya kalian dapat lebih memahami tentang arti kasih sayang yang sesungguhnya, melalui sosok Ibu yang merupakan tokoh utama dalam kesaksianku ini. Ketika kisah ini kutulis, usiaku sudah mencapai angka 24 tahun. Umur yang uzur bagi sebuah kendaraan bermotor. Sepanjang hidupku, aku membaktikan diri kepada sebuah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mypromisedland.wordpress.com&amp;blog=2400552&amp;post=33&amp;subd=mypromisedland&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Kesaksian Vespa 1984</strong></p>
<p><em>Sudah saatnya kisah ini kuceritakan kepada kalian, supaya kalian dapat lebih memahami tentang arti kasih sayang yang sesungguhnya, melalui sosok Ibu yang merupakan tokoh utama dalam kesaksianku ini.</em></p>
<p>Ketika kisah ini kutulis, usiaku sudah mencapai angka 24 tahun. Umur yang uzur bagi sebuah kendaraan bermotor. Sepanjang hidupku, aku membaktikan diri kepada sebuah keluarga kecil di ujung barat pulau Jawa. Ketika masih muda dan gagah, aku adalah partner setia bagi Ibu dari keluarga kecil tersebut, yang sangat handal berbagi peran dalam dunia kewirausahaan dan tugas beliau sebagai ibu rumah tangga.</p>
<p>Mari, kuperkenalkan kalian lebih mendalam kepada partner setiaku ini. Beliau adalah istri dari seorang pria yang sampai masa pensiunnya mendedikasikan dirinya pada sebuah BUMN pengolah baja nomor 1 di tanah air. Beliau adalah ibu bagi dua anak lelaki dan seorang anak perempuan yang tumbuh bersama dan menikmati indahnya masa kanak-kanak mereka. Selain itu, beliau juga berperan sebagai pemimpin bagi tiga pekerja sebuah toko kecil yang memanfaatkan garasi mobil sebagai tempat melakukan transaksi jual-beli.</p>
<p>Dari cerita yang kudengar, toko tersebut adalah wujud dari proses pergumulan panjang sang Ibu untuk ikut membantu sang Bapak dalam menopang sisi keuangan keluarga.</p>
<p>Pada awalnya, dengan malu-malu, sang Ibu merintis usaha tersebut dari balik jendela besar yang difungsikan sebagai loket warung kecilnya. Proses jual-beli dipisahkan secara fisik oleh dinding rumahnya. Tidak banyak barang-barang yang beliau jual waktu itu, mengingat keterbatasan dana yang bisa dialokasikan dari pendapatan tunggal sang Bapak. Dengan dukungan penuh dari Bapak, sang Ibu perlahan namun pasti terus mengembangkan usaha retail ini. Dan kelak di kemudian hari, toko kecil tersebut berperan besar mengantarkan ketiga anak-anak sang Ibu meraih gelar kesarjanaan dan menikmati hidup mapan selama masa studi mereka di Jogjakarta.</p>
<p> Melalui balik jendela, tiap pagi aku memperhatikan sang Ibu melakukan rutinitas pekerjaannya. Begitu banyak aktivitas yang harus dilakukan Ibu untuk mempersiapkan keperluan keluarganya. Bersama sang Bapak, Ibu memulai hari dengan sesi saat teduh dengan membaca Alkitab dan melakukan doa pagi. Yap&#8230; Tuhan adalah sumber kekuatan mereka untuk melakukan segala aktivitas di tiap hari.  Aktivitas Ibu dilanjutkan dengan membangunkan karyawan-karyawan toko untuk bersiap-siap memulai kegiatan tokonya. Dan tak lupa, beliau meminta salah seorang untuk memberikan perawatan bagi body dan mesinku. Nikmat rasanya ketika badanku dibersihkan dari debu-debu yang semalaman menumpang tidur di badanku.</p>
<p>Setelah itu, sang Ibu melangkahkan kaki menuju dapur yang terletak di sisi bagian belakang rumah. Di dapur, Ibu mendelegasikan persiapan sarapan pagi bagi seluruh penghuni rumah kepada &#8221;kitchen supervisor&#8221; (awalnya posisi ini dijabat oleh Yu Sri, kemudian digantikan oleh Yu Nah, dan akhirnya dijabat permanen oleh Bibi).</p>
<p>Ibu melanjutkan langkahnya menuju kamar tidur ketiga anaknya. Si sulung dan si bungsu menempati satu kamar yang terpisah dengan kamar tidur saudara perempuannya.</p>
<p>Pada suatu masa tertentu di tahun 1980an, aktivitas pagi sang Ibu bertambah, yaitu mengantarkan si bungsu melakukan terapi di tepi pantai demi kesembuhan penyakit bronchitisnya. Dengan penuh kesabaran dan keyakinan, sang Bapak dan Ibu membawa si bungsu ke tepi pantai yang berjarak 10 km dari kediaman mereka. Sekembalinya dari pantai, aktivitas Ibu dilanjutkan dengan mempersiapkan keperluan kantor sang Bapak dan keperluan sekolah  bagi anak-anaknya. Barulah setelah mereka berangkat, sang Ibu dapat menikmati sarapan pagi dengan tenang. Setelah meyegarkan diri dengan mandi pagi, sang Ibu mulai bertugas di kedai toko. Konsumen mulai berdatangan. Di hari-hari tertentu, sang Ibu secara rutin mengajak aku berbelanja di pasar. Aktivitas berbelanja tersebut akan kuceritakan lebih detil di bagian lain dari kisahku ini. Kadang kala, Ibu mengendaraiku ke sebuah Bank untuk menyetorkan hasil pendapatan tokonya.</p>
<p>Siang harinya, sebelum sang Bapak dan anak-anak kembali ke rumah, Ibu telah siap menyajikan beberapa hidangan makan siang di meja makan. Waktu setengah jam cukup bagi sang Ibu untuk tidur sejenak. Pukul 1.15 siang, berbarengan dengan sang Bapak kembali ke kantor, Ibu kembali bertugas di toko. Bagi beliau, tokonya adalah tempat yang tepat untuk mengaktulisasikan dirinya. Ada sukacita di setiap aktivitas yang beliau lakukan di tempat usahanya tersebut. Sang Ibu tidak keberatan apabila dipanggil dengan berbagai nama.</p>
<p>&#8220;Telur 1 kilo berapa,bu?&#8221; </p>
<p>&#8220;Minta cabe kriting 2 ons ya, tante&#8221;,</p>
<p>&#8220;Bu Kobus, ada rokok Gudang Garam?&#8221;,</p>
<p>&#8220;Beli batu batere 2 biji,mbak.&#8221; ,</p>
<p>&#8220;Mbakyu, kula tumbas baygon bakare setunggal nggih.&#8221; ,</p>
<p>&#8220;Semuanya jadi berapa, bu Hesti?&#8221;</p>
<p>Walaupun tak pernah mempunyai waktu untuk menikmati tayangan TV, kecuali Dunia Dalam Berita, sang Ibu bahagia dalam rutinitasnya di toko tercinta. Hari menjelang malam. Di antara kesibukannya mengelola toko, Ibu tetap menjadi tokoh utama dalam membimbing ketiga anaknya menyelesaikan PR atau sekedar mengulang pelajaran tadi pagi. Pukul 9 malam, saatnya menutup dan mengunci pintu toko. Saat itu, waktu dimana sang Ibu menghitung hasil pendapatan sambil mencocokkan dengan catatan penjualan hari ini. Dan, hari pun ditutup sang Ibu dengan melakukan saat teduh sebelum tidur.</p>
<p>Melelahkan bukan? Jauh lebih melelahkan dibandingkan dengan menuturkan kisah ini kepada kalian.</p>
<p>Sesuai dengan janjiku, aku akan mengajak kalian lebih dalam tentang aktivitas kami berbelanja ke pasar. Tiap dua kali dalam seminggu, Ibu mengendaraiku menelusuri jalanan sepanjang 7 kilometer menuju pasar. Pasar yang kotor, berbau, dan becek (walaupun ketika musim kemarau). Sang Ibu tak lupa selalu memakai sepasang sepatu bot tinggi setiap kali mengunjungi pasar. Dengan rela hati, kubiarkan alas sepatu bot mengotori badanku, karena aku tahu betapa perjuangan sang Ibu menjelajahi sudut-sudut pasar yang hiruk-pikuk, kotor, dan berbau. Kadang kala aku harus menunggu selama 3 jam sampai sang Ibu keluar dari pasar itu. Sang Ibu cukup bijak tidak menugaskan aku sebagai kendaraan pengangkut barang-barang belanjaan, beliau melimpahkan tugas tersebut kepada sebuah becak langganan. Seperti yang sudah-sudah, Ibu akan mengarahkan aku menuju ke sebuah toko langganannya di pusat kota. Letak toko tersebut hanya berjarak 1 kilometer dari sekolah dua anak-anaknya yg terkecil. Ibu kembali berbelanja keperluan tokonya di sana. Nampak sedikit lelah pada raut wajahnya, namun gurat lelah itu lenyap seiring dengan kedatangan kedua anak-anaknya. &#8220;Ayo Bu, Pulang. Capek neh,&#8221; rengek si bungsu sambil mengambil teh kotak dari rak toko. &#8220;Bah! Kau tak tahu betapa capeknya ibumu,&#8221; gumamku dalam hati. Sang Ibu pun segera menyelesaikan transaksi dengan pemilik toko, dan kamipun beramai-ramai pulang kembali ke rumah. Kedua bocah itu tak henti-hentinya berbicara sepanjang jalan, namun bagiku, perjalanan rutin ini adalah perjalanan yang menyenangkan. Sayang tidak ada kecanggihan teknologi handycam yang bisa kami gunakan untuk merekam setiap perjalanan rutin kami waktu itu.</p>
<p>Namun tidak semua perjalanan kami diisi hal-hal yang menyenangkan. Tercatat satu kejadian yang terekam kuat dalam ingatanku.</p>
<p>Di suatu siang, aku lupa tanggal tepatnya, setelah menjemput dua bocah nakal, sang Ibu mengendaraiku menuju rumah. Masih teringat ketika si bungsu meminta haknya untuk sekali-kali duduk di paling belakang,namun sang kakak perempuan menolak tegas tuntutan sang adik. Perjalanan kamipun dibisingkan oleh omelan ketidakpuasan si adik. Dengan tetap tenang, sang Ibu mengambil rute yang biasa kami lalui. Ketika berbelok memasuki daerah Sumampir, tiba-tiba roda depanku kehilangan keseimbangan. &#8220;Tumpahan oli!!&#8221;, pekikku. Tangan sang Ibu tidak cukup kuat mengendalikan gerakan stangku. Dan&#8230; BRUUUKK!! Aku tersungkur mencium aspal.</p>
<p>&#8220;Ya TUHANku!! Asti, Toro !! Kalian tidak apa-apa??&#8221; teriak sang Ibu menghampiri kedua anaknya dan memeluk mereka. Terlihat kepanikan di wajahnya ketika memeriksa keadaan anak-anaknya. &#8220;Puji TUHAN! kalian selamat.&#8221; ucap sang Ibu setengah berdoa. Dari posisiku, dapat kulihat beberapa tetes airmata sang Ibu jatuh mengenai kepala si bungsu. &#8221;Untung tidak ada mobil di belakang kita. Terima kasih TUHAN!&#8221;, sambung sang Ibu. Walau sempat terbesit rasa kesal karena keberadaanku untuk sementara diabaikan, aku terharu melihat betapa perhatiannya sang Ibu kepada anak-anaknya. Betapa rasa takut kehilangan terlihat jelas pada raut wajahnya. Kamipun melanjutkan perjalanan. Sepanjang jalan aku berusaha menyampaikan pesan kepada si bungsu dan kakaknya, walaupun aku tahu mereka hanya mendengar suara berisik dari knalpotku. &#8220;Kalian mempunyai Ibu yang begitu menyayangi kalian. Tolong jaga hatinya dan rawatlah beliau di masa tua&#8221; ucapku berkali-kali sepanjang perjalanan.</p>
<p> Demikianlah kisahku tentang sosok sang Ibu. Semoga setelah membaca kisahku ini, kalian dapat lebih menghargai jasa-jasa para ibu.</p>
<p> </p>
<p>Salam hormat untuk sang Ibu Hesti Prasetyo</p>
<p>Vespa 1984</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/mypromisedland.wordpress.com/33/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/mypromisedland.wordpress.com/33/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mypromisedland.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mypromisedland.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mypromisedland.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mypromisedland.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mypromisedland.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mypromisedland.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mypromisedland.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mypromisedland.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mypromisedland.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mypromisedland.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mypromisedland.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mypromisedland.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mypromisedland.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mypromisedland.wordpress.com/33/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mypromisedland.wordpress.com&amp;blog=2400552&amp;post=33&amp;subd=mypromisedland&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mypromisedland.wordpress.com/2008/05/29/project-yang-tertunda-part-2-of-3/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/93e00185a31d47edb922a817e16cd4ac?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mypromisedland</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Project yang tertunda (Part 1 of 3)</title>
		<link>http://mypromisedland.wordpress.com/2008/05/26/project-yang-tertunda-part-1-of-3/</link>
		<comments>http://mypromisedland.wordpress.com/2008/05/26/project-yang-tertunda-part-1-of-3/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 May 2008 02:21:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mypromisedland</dc:creator>
				<category><![CDATA[family]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mypromisedland.wordpress.com/?p=12</guid>
		<description><![CDATA[Didedikasikan untuk sepasang manusia yang oleh-Nya aku dititipkan di muka bumi ini. &#8220;Jadi jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi tidak dilakukannya, maka ia berdosa.&#8221; (Yakobus 4:17) Tulisan ini sebenarnya adalah bagian dari project tak terwujud di bulan April 2008 lalu. Namun seperti yang tertulis pada ayat di atas; perkenankan saya, melalui tulisan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mypromisedland.wordpress.com&amp;blog=2400552&amp;post=12&amp;subd=mypromisedland&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Didedikasikan untuk sepasang manusia yang oleh-Nya aku dititipkan di muka bumi ini.<br />
<strong>&#8220;Jadi jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi tidak dilakukannya, maka ia berdosa.&#8221; (Yakobus 4:17)</strong><br />
Tulisan ini sebenarnya adalah bagian dari project tak terwujud di bulan April 2008 lalu. Namun seperti yang tertulis pada ayat di atas; perkenankan saya, melalui tulisan ini, untuk tidak melakukan dosa dengan mendokumentasikan memori-memori yg masih berada di dalam otakku tentang kasih nyata yang telah dipancarkan oleh kedua orangtuaku.</em></p>
<p>Diawali oleh sang Bronchitis&#8230;.<br />
<a href="http://mypromisedland.files.wordpress.com/2008/05/plankton-thumb1.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-15" src="http://mypromisedland.files.wordpress.com/2008/05/plankton-thumb1.jpg?w=128&#038;h=93" alt="Bronchitis ngamuk" width="128" height="93" /></a><br />
<strong>TESTIMONIAL SANG BRONCHITIS</strong><br />
Aku sebenarnya enggan untuk menceritakan kembali kisah ini. Kisah dimana aku, pada saat itu, terpaksa melewati hari-hari dengan penuh penderitaan dan kesesakan. Namun, atas dasar rasa hormat kepada mantan musuhku, maka aku akan menuturkan kisah ini kepada kalian.<br />
Beberapa puluh tahun yang lalu, aku pernah memiliki tempat tinggal yang nyaman di dalam tubuh bocah kecil gendut. Entah kenapa, sejak kehadiranku, sang bocah tersebut harus selalu menghela nafas dalam-dalam setiap 2 menit. Mungkin karena tiang pancang rumahku terlalu dalam menempel di saluran pernapasannya sehingga menimbulkan rasa gatal di tenggorokannya. Ah&#8230;.mana kupeduli soal itu. Mari kita lanjutkan kisah ini kembali..<br />
Si Bocah gemar sekali meminum es teh manis di setiap waktu makannya. &#8220;Kegemaran sang bocah terhadap es dan ditambah kesibukan orangtuanya, aku yakin hunianku ini akan menjadi tempat tinggal permanen bagiku&#8221;, ucapku sambil mengayunkan palu untuk memperkokoh pondasi rumah. Dan sang bocahpun kembali menghelakan nafasnya dengan susah payah&#8230;<br />
Namun, hal berbeda terjadi pada suatu pagi. Pagi yang tidak ingin aku ingat kembali.<br />
Secara tidak sengaja, aku mencuri dengar percakapan sang orangtua di kamar si bocah. Menurut saran dokter, mereka akan melakukan suatu terapi bagi kesembuhan sang bocah. &#8220;He..he&#8230;he&#8230;dijamin tidak akan berhasil&#8221;, ujarku dengan mata mengantuk. Waktu baru menunjukkan pukul 5 saat itu. Sang Ibu berusaha membangunkan si bocah. Dengan seribu alasan, si bocah berusaha meminta haknya untuk dapat kembali menikmati tidurnya. Namun, dengan seribu satu jawaban, sang Ibu akhirnya berhasil membuatnya terpaksa bangun dari ranjang. &#8220;Apa yang akan mereka lakukan di pagi buta begini&#8221;, gumamku penuh keheranan.<br />
Mereka mengendarai mobil pick-up menuju ke arah barat. Ditemani kakak perempuannya, si bocah begitu menikmati angin yg menerpa wajahnya ketika berdiri di belakang kap mobil. &#8220;Perasaanku semakin tidak enak&#8230;&#8221;, ujarku penuh kebingungan.<br />
Semakin mobil bergerak menembus arah barat, tubuhku semakin tidak nyaman. Kediamanku terus dipenuhi dengan udara yang berbeda. Udara yang begitu menyesakkan tubuhku. Badanku semakin lemas.Dengan susah payah aku bergerak menuju lubang hidung si bocah. Udara aneh tersebut semakin kencang menari-nari di sekitar tubuhku. Aku berhasil menapaki ujung hidungnya, dan seketika terbelalaklah mataku melihat pemandangan yang terlihat&#8230;. &#8220;Aaaargh&#8230;LAUT!!&#8221;. Aku benci suasana pantai di pagi hari! Dengan kekuatan tersisa, aku memperhatikan sang Orangtua membimbing si bocah melakukan gerakan pernapasan secara perlahan-lahan. Aku merasakan aliran gelombang menyakitkan dari setiap bimbingan dan sentuhan sang Orangtua. Ya, kalian benar. Aku alergi dengan frekuensi gelombang kasih yang mengalir dari Orangtua menuju si bocah. Si bocah menghirupkan nafasnya di setiap terbentuknya titik puncak gelombang tersebut. Titik-titik amplitudo itu bagaikan rangkaian upper-cut dan pukulan jab petinju profesional yang mendarat di tubuhku. Dan akhirnya&#8230;akupun tersungkur tak sadarkan diri.<br />
Sejak saat itu, kalian pasti mengerti betapa aku berharap pagi hari tidak akan pernah datang kembali. Namun harapan tinggallah harapan, mimpi hanyalah mimpi&#8230;<br />
Dengan penuh kasih sayang, sang Orangtua selalu mengantarkan si bocah menikmati udara pagi di tepi pantai yang berjarak 10km dari kediaman mereka. Dan berbulan-bulan lamanya akupun menderita.<br />
Demi kelangsungan generasiku selanjutnya, setelah delapan bulan sejak pagi terkutuk tersebut, aku memutuskan untuk mencari tempat tinggal yang baru. Dengan menenteng buntelan kain berisi hartaku yang tersisa, aku melangkah keluar dari tubuh si bocah. Aku kalah&#8230;.., namun setidaknya sang bocah mungkin akan merindukan rasa gatal di lehernya setiap kali aku duduk bersantai di kursi goyangku.<br />
Sebelum meninggalkan tubuh si bocah, kubisikkan sebaris kata pada telinganya, &#8220;Bersyukurlah! Karena kamu memiliki orangtua yang begitu menyayangimu.&#8221; Dan akupun melompat dari tubuhnya, membiarkan sang angin membawaku ke kediaman yang baru &#8230;.</p>
<p><em>Foot note :<br />
Bronchitis is an inflammation of the large bronchi (medium-size airways) in the lungs. It can lead to pneumonia. Acute bronchitis is usually caused by viruses or bacteria and may last several days or weeks.[1] Acute bronchitis is characterized by cough and sputum (phlegm) production and symptoms related to the obstruction of the airways by the inflamed airways and the phlegm, such as shortness of breath and wheezing. Diagnosis is by clinical examination and sometimes microbiological examination of the phlegm. Treatment may be with antibiotics (if a bacterial infection is suspected), bronchodilators (to relieve breathlessness) and other treatments.</em> (Source: Wikipedia)</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/mypromisedland.wordpress.com/12/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/mypromisedland.wordpress.com/12/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mypromisedland.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mypromisedland.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mypromisedland.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mypromisedland.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mypromisedland.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mypromisedland.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mypromisedland.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mypromisedland.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mypromisedland.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mypromisedland.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mypromisedland.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mypromisedland.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mypromisedland.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mypromisedland.wordpress.com/12/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mypromisedland.wordpress.com&amp;blog=2400552&amp;post=12&amp;subd=mypromisedland&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mypromisedland.wordpress.com/2008/05/26/project-yang-tertunda-part-1-of-3/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/93e00185a31d47edb922a817e16cd4ac?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mypromisedland</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mypromisedland.files.wordpress.com/2008/05/plankton-thumb1.jpg?w=128" medium="image">
			<media:title type="html">Bronchitis ngamuk</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sang Pendaki</title>
		<link>http://mypromisedland.wordpress.com/2008/05/22/sang-pendaki/</link>
		<comments>http://mypromisedland.wordpress.com/2008/05/22/sang-pendaki/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 May 2008 06:04:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mypromisedland</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mypromisedland.wordpress.com/?p=11</guid>
		<description><![CDATA[Didedikasikan untuk seseorang yang pasti mengerti bahwa tulisan ini hanya untuk dirinya. Entah mengapa, sejak berlabuh di kota Jakarta, waktu terasa begitu cepat berlalu. Tidak terasa umur dan lemak tubuh semakin bertambah namun rambut kian menipis (&#8230;Praise The Lord ). Telah begitu banyak keajaiban-keajaiban hidup yang dirasakan. Jika diperbolehkan mengambil analogi seorang pendaki gunung, saat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mypromisedland.wordpress.com&amp;blog=2400552&amp;post=11&amp;subd=mypromisedland&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Didedikasikan untuk seseorang yang pasti mengerti bahwa tulisan ini hanya untuk dirinya.</em></p>
<p>Entah mengapa, sejak berlabuh di kota Jakarta, waktu terasa begitu cepat berlalu. Tidak terasa umur dan lemak tubuh semakin bertambah namun rambut kian menipis (&#8230;Praise The Lord <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> ). Telah begitu banyak keajaiban-keajaiban hidup yang dirasakan.<br />
Jika diperbolehkan mengambil analogi seorang pendaki gunung, saat sang pendaki sedang berdiri di atas lembah menatap puncak gunung yang masih terlihat cukup jauh untuk dipuncaki. &#8220;Masih panjang perjalananku&#8230;&#8221;, gumam sang pendaki. Sejenak sang pendaki menengok ke belakang. Terhampar indahnya pemandangan pepohonan dan persawahan yang telah dilewatinya. Dan mata sang pendaki juga menatap terjalnya kaki gunung di antara barisan pohon cemara. Sang pendaki masih teringat betapa telapak tangannya terluka ketika berusaha menggapai batu besar untuk dia tapaki. Kejangnya otot-otot kaki juga masih terekam di dalam memori sang pendaki, sehingga pada saat itu dia harus beristirahat cukup lama untuk mengembalikan energi dan keyakinan dirinya akan puncak gunung yg dituju.</p>
<p>Kembali sang pendaki menatap ke puncak Gunung. &#8220;Saatnya kembali berjalan. Aku pasti bisa meraih titik tertinggi dari gunung ini, karena saat ini aku tidak sendiri lagi..&#8221;, kata sang pendaki sambil mengarahkan pandangannya ke sesosok teman perjalanannya yg begitu setia menemani dan menyemangati dirinya.</p>
<p>&#8220;Terima kasih&#8230;&#8230; dan mari melangkah kembali&#8230;&#8221;</p>
<p>Regards&#8230;</p>
<p>Dreamer</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/mypromisedland.wordpress.com/11/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/mypromisedland.wordpress.com/11/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mypromisedland.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mypromisedland.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mypromisedland.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mypromisedland.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mypromisedland.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mypromisedland.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mypromisedland.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mypromisedland.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mypromisedland.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mypromisedland.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mypromisedland.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mypromisedland.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mypromisedland.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mypromisedland.wordpress.com/11/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mypromisedland.wordpress.com&amp;blog=2400552&amp;post=11&amp;subd=mypromisedland&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mypromisedland.wordpress.com/2008/05/22/sang-pendaki/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/93e00185a31d47edb922a817e16cd4ac?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mypromisedland</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Thank You&#8230;</title>
		<link>http://mypromisedland.wordpress.com/2007/12/28/thank-you/</link>
		<comments>http://mypromisedland.wordpress.com/2007/12/28/thank-you/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 28 Dec 2007 03:04:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mypromisedland</dc:creator>
				<category><![CDATA[family]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mypromisedland.wordpress.com/2007/12/28/thank-you/</guid>
		<description><![CDATA[Posted       : April 20, 2007 Location    : My Second Office in Jakarta  I never stop arguing my self. Why it have to take 28 years to know how much they love us as their children&#8230; Damn! so stupid i am. I never realized ,since i was kid until 24 Feb 2007, there was no any [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mypromisedland.wordpress.com&amp;blog=2400552&amp;post=6&amp;subd=mypromisedland&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="entry-body"><em>Posted       : April 20, 2007 </em><em>Location    : My Second Office in Jakarta </em></div>
<p>I never stop arguing my self. Why it have to take 28 years to know how much they love us as their children&#8230; Damn! so stupid i am.<br />
I never realized ,since i was kid until 24 Feb 2007, there was no any kind of eletronic home appliances in their private room. I  though  (plz&#8230;learn how to  think out of  the box!!) that they didnt need all stuff.<br />
But&#8230;.Lets we start at the beginning &#8230;.</p>
<p>Actually, there was an old stereo set in living room. But, i dont know why ( <em>unfortunetlly .. perhaps i dont care:( </em>)   my parents never turn it on even for while.<br />
And there was another new hi-tech stereo set in my brother&#8217;s ex room. Never been played too except when I or my brother come.<br />
New stuff + no played at all = broken inside. So &#8230;. My dad and I decided to put the new one in living room and move the old one to His room.<br />
Done in one day &#8230;. with sweat offcourse <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> .</p>
<p>You know what &#8230;&#8230; since that day, my dad feel that he found his old hobby back. yes&#8230;Singing and write down some partiture of many songs!<br />
Now&#8230;broery is in da hoz!!! and also many old christian songs.<br />
Until last month, my dad was back on stage again:). He did solo performance in our Church. everybody claps their hands,dude!!  it was very  unsual  situation  in GKI.He made my mom very happy&#8230;. also me too <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> . Thanks Lord.</p>
<p>Simple thing&#8230;. but made my  heart opened&#8230;..</p>
<p>Their time was taken away to think+watch+guide their children until they forgot about their interest.<br />
Yes, I+bro+sis have own TV+stereo set in our each room at jogjakarta! Yes, i had my TIGER as my partner ride&#8230;.. but my parents&#8230; VESPA 1984 ! never bought another one until now.<br />
Love makes them do all things for us.<br />
Yes perhaps they dont need fancy things &#8230;. believe me &#8230;. an sms can make their day be more brighter, but &#8230;.. it&#8217;s not useless if sometimes we give some great stuff for our parents. They will be happy.No Doubt <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> .<br />
My mom never mention that she like earings but on her birthday i saw how happy my mother was <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> .</p>
<p>Thanks God for wonderful parents that i have.</p>
<p>Happy 34th anniversary, Mom and Dad ( even they will never read this blog <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  ) .</p>
<p>-still your little child-<br />
BW</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/mypromisedland.wordpress.com/6/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/mypromisedland.wordpress.com/6/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mypromisedland.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mypromisedland.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mypromisedland.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mypromisedland.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mypromisedland.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mypromisedland.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mypromisedland.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mypromisedland.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mypromisedland.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mypromisedland.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mypromisedland.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mypromisedland.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mypromisedland.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mypromisedland.wordpress.com/6/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mypromisedland.wordpress.com&amp;blog=2400552&amp;post=6&amp;subd=mypromisedland&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mypromisedland.wordpress.com/2007/12/28/thank-you/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/93e00185a31d47edb922a817e16cd4ac?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mypromisedland</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>&#8230;&#8230;&#8230; Kromu &#8230;&#8230;.</title>
		<link>http://mypromisedland.wordpress.com/2007/12/28/kromu/</link>
		<comments>http://mypromisedland.wordpress.com/2007/12/28/kromu/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 28 Dec 2007 03:00:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mypromisedland</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mypromisedland.wordpress.com/2007/12/28/kromu/</guid>
		<description><![CDATA[Posted     : August 03, 2006Location : My Second Office in Jakarta  Pernahkan Anda melihat film seri &#8220;Voyager&#8221; di RCTI akhir 80&#8242;an ? Film tersebut menceritakan tentang petualangan seorang bocah dan lelaki dewasa mengarungi dunia waktu yang berbeda dengan menggunakan bantuan jam bandul. Nah&#8230; suatu ketika saya mengalami hal yang sama &#8230;&#8230;. Tiba-tiba saya berada di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mypromisedland.wordpress.com&amp;blog=2400552&amp;post=5&amp;subd=mypromisedland&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="entry-body"><em>Posted     : August 03, 2006</em><em>Location : My Second Office in Jakarta </em></p>
<p>Pernahkan Anda melihat film seri &#8220;Voyager&#8221; di RCTI akhir 80&#8242;an ? Film tersebut menceritakan tentang petualangan seorang bocah dan lelaki dewasa mengarungi dunia waktu yang berbeda dengan menggunakan bantuan jam bandul.</p>
<p>Nah&#8230; suatu ketika saya mengalami hal yang sama &#8230;&#8230;.</p>
<p>Tiba-tiba saya berada di tahun entahlah kapan dan menjadi salah satu penghuni dari sebuah asrama. Di dalam asrama  yang luas namun sempit (???) tersebut, hiduplah tiga pemuda yang oleh nasibnya masing-masing saling  dipertemukan .   Entah karena pengaruh lingkungan asrama atau memang sudah bawaan dari lahir, tiga pemuda ini memiliki karakter yang  sulit untuk digolongkan sebagai karakter manusia normal.<br />
Mereka saling menyembah satu sama lain apabila bertemu (&#8230; ditunggu commentnya.. ), saling merasa paling sengsara ( !!!!! ) dan lebih anehnya lagi , mereka justru  sangat bahagia apabila menjadi yang &#8220;paling sengsara&#8221;.  Wis jan&#8230;. edan  tenan to ..??!!</p>
<p>Mas <strong>D</strong>alang, tergabung dalam tim engineering Proyek Pembangunan Candi SenPark. Kondisi di lapangan membuat Mas Dalang baru bisa kembali ke asrama pada pukul 11 malam. Dan itu terjadi hampir setiap hari.</p>
<p>Mas <strong>G</strong>areng, adalah pemuda paling senior. Dia berkutat pada dunia cenayang dan bercita-cita menjadi &#8220;Cenayang Anarkis&#8221; . Hobi utama : ngeplaki ( maaf, saya tidak bisa menemukan persamaan arti dalam bahasa Indonesia ).</p>
<p>Mas <strong>J</strong>anaka, berkutat dengan kitab tebal yang berisi tentang sejarah kehidupan Negara Madangkara dan kroni-kroninya. Pencinta tembang jawa yang bertema cinta yang mengenaskan dan pemerhati pertunjukan wayang dari negeri Korea.</p>
<p>Di tengah kesibukan masing-masing, mereka masih menyempatkan diri untuk saling beranjang-sana dalam diskusi Kromu (* .<br />
Terkadang saya mengikuti diskusi yang mereka lakukan. Dengan dialek-dialek yang aneh, seperti &#8230; &#8220;Piye , kang Gareng&#8221;, &#8220;Sirahku ngelu&#8230;ngelu&#8230;ngelu&#8221;, &#8220;Ojo macem-macem karo wong tua, tak keplaki lo kowe!!&#8221; , obrolan pun mengalir deras menghangatkan suasana.<br />
Di balik keanehan mereka, ternyata terselip kesederhaan dalam berperilaku dan ketajaman dalam mengungkapkan pemikiran tentang kehidupan. Mereka berpendapat  bahwa bukan barang-barang bagus yang membuat mereka terlihat gagah/berkelas, tapi sebaliknya, karena mereka pakailah maka barang-barang tersebut terlihat berkelas (pikiran yang aneh &#8230;.).</p>
<p>WALAH&#8230;LAGI-LAGI PIKIRAN BUNTU &#8230;!! to be continued wae lah</p>
<p>&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.</p>
<p>(* = kroco mumet</p></div>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/mypromisedland.wordpress.com/5/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/mypromisedland.wordpress.com/5/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mypromisedland.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mypromisedland.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mypromisedland.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mypromisedland.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mypromisedland.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mypromisedland.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mypromisedland.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mypromisedland.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mypromisedland.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mypromisedland.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mypromisedland.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mypromisedland.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mypromisedland.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mypromisedland.wordpress.com/5/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mypromisedland.wordpress.com&amp;blog=2400552&amp;post=5&amp;subd=mypromisedland&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mypromisedland.wordpress.com/2007/12/28/kromu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/93e00185a31d47edb922a817e16cd4ac?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mypromisedland</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jakarta &#8211; Cilegon PP setelah 1 Oktober 2005 &#8230;&#8230;( bagian 1 )</title>
		<link>http://mypromisedland.wordpress.com/2007/12/28/jakarta-cilegon-pp-setelah-1-oktober-2005-bagian-1/</link>
		<comments>http://mypromisedland.wordpress.com/2007/12/28/jakarta-cilegon-pp-setelah-1-oktober-2005-bagian-1/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 28 Dec 2007 02:56:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mypromisedland</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mypromisedland.wordpress.com/2007/12/28/jakarta-cilegon-pp-setelah-1-oktober-2005-bagian-1/</guid>
		<description><![CDATA[Posted    : October 2, 2005 Location : My First Office in Jakarta Minggu pagi kemarin  (2/10), saya berencana mengunjungi rumah orang tua di cilegon. Perjalanan dimulai di &#8220;kolong&#8221;  karet seberang TV7. Niat awal menanti PPD 213 datang, tapi ternyata Bus AC 50 Kp.Melayu &#8211; Kali Deres muncul terlebih dahulu. Saya pun naik. Uang Rp 3500 [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mypromisedland.wordpress.com&amp;blog=2400552&amp;post=4&amp;subd=mypromisedland&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Posted    : October 2, 2005</em></p>
<p><em>Location : My First Office in Jakarta</em></p>
<p>Minggu pagi kemarin  (2/10), saya berencana mengunjungi rumah orang tua di cilegon.<br />
Perjalanan dimulai di &#8220;kolong&#8221;  karet seberang TV7. Niat awal menanti PPD 213 datang, tapi ternyata Bus AC 50 Kp.Melayu &#8211; Kali Deres muncul terlebih dahulu. Saya pun naik. Uang Rp 3500 diserahkan kepada kernet ( kernetnya cewe &#8230; wah&#8230;wah.. baru kali ini ), but she said :&#8221;sekarang Goceng,pak&#8221;. Astrajingga&#8230; kejutan tidak menyenangkan di minggu pagi! ya wis serah-terima lembaran uang 5000 pun terjadi di antara kami.<br />
    Kemudian saya turun di halte seberang RS. Harapan Kita untuk menanti bus Jkt-Merak yang akan membawa saya ke cilegon. Bus Arimbi kuning pun tampak ( sebenarnya saya mengharapkan Bus Armada Jaya Perkasa or Primajasa coz Arimbi&#8230;.hmmm&#8230; kapan2 nyoba ndiri aja ya <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  ). Dari tempat duduk saya, sayup2 terdengar pembicaraan antara supir dan kernet. Perbincangan khas setelah tgl 1 oktober&#8230;.. perbincangan seputar BBM. Seperti saya, mereka hanya bisa mengumpat kebijakan kenaikan BBM ini.<br />
Takut kejadian mengagetkan di AC 50 terulang kembali, saya sudah uang 20.000 rupiah sebagai ongkos.  Namun  ketika uang tersebut saya berikan ke  kernet ternyata saya  mendapatkan  8000 sebagai kembalian. Hmm&#8230; tidak ( or belum ) naik <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> . Kejutan yg menyenangkan <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> .<br />
     Setelah menempuh jarak 65Km via Tol , Bus pun mampir sejenak di SPBU untuk mengisi solar. Puluhan pedagang asongan menyerbu penumpang dengan harapan dagangannya terjual. Saya sudah menantikan momen ini sejak tadi coz lambung minta jatah makanan secepatnya <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> . 1000 rupiah untuk 8 biji tahu &#8230;lumayan.<br />
Tentang penjual tahu asongan, saya pernah mencoba mengira2 pendapatan mereka. Kalau 1 bungkus tahu/mangga/kacang mereka jual dengan harga 1000 rupiah, dan hitunglah mereka dalam 1 hari berhasil menjual 100 bungkus ( kayanya susah euy, saingannya banyak banget. Di SPBU tersebut aja ada sekitar 15 penjual tahu/mangga/kacang ), dan dari nilai jual dagangannya mereka akan mendapat bagian 20% maka &#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.<br />
                1000 x 100 x 20% = Rp. 20.000 ,-<br />
yang berarti per bulan pendapatan mereka &#8230;.. 600.000 rupiah. Duh Gusti&#8230;&#8230;&#8230;. kecil buangettt!!Dan jam kerja mereka adalah 7 pagi &#8211; 7 malam.<br />
Duh &#8230;. bagaimana caranya mereka2 menghadapi &#8220;kebijakan&#8221; kenaikan BBM ini ?????<br />
dan dgn 600 rb berarti mereka tidak berhak menerima dana kompensasi dari pemerintah. ( ngomong2 masih ada orang yg bisa hidup dengan pendapatan 175rb/bulan??? )<br />
   Sekali lagi &#8230; saya hanya bisa mengelus dada ttg hal ini &#8230;<br />
Bus kembali berjalan. Hmmm nothing was special except kehadiran duet pengamen wanita yang menurut saya kualitas suaranya tidak kalah dibandingkan Sarah Azhari ( penyanyi ya?? ). Bagus euy suaranya..suer!! Setelah mereka selesai, langsung dilanjutkan oleh 3 anak kecil menyanyikan lagu Peter Pan dengan ala kadarnya. Hmm&#8230; hidup ini keras ya,dik?<br />
    Setelah memasuki kota Cilegon, saya pun turun di tempat biasa. hmmm&#8230; knapa tukang ojek yg mangkal jumlahnya menjadi 2x lipat dibandingkan bulan lalu????<br />
Wahai pemerintah&#8230;.. can u see &#8220;pengangguran terselubung&#8221; dimana2?<br />
Bakalan adakah langkah-langkah bijaksana setelah &#8220;ketidakbijakan&#8221; menaikan BBM? Bakalan ada penambahan lahan di sektor pekerjaan kah?? bagaimana dengan pendidikan?? haruskah anak2 kecil mengamen untuk biaya sekolahnya sndiri ( moga2 ini beneran sih, kecuali kl malah dibelikan rokok&#8230;duh tmbh ambyar indonesiaku)</p>
<p>enough for awhile &#8230; pegel euy&#8230;</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/mypromisedland.wordpress.com/4/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/mypromisedland.wordpress.com/4/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mypromisedland.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mypromisedland.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mypromisedland.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mypromisedland.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mypromisedland.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mypromisedland.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mypromisedland.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mypromisedland.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mypromisedland.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mypromisedland.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mypromisedland.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mypromisedland.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mypromisedland.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mypromisedland.wordpress.com/4/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mypromisedland.wordpress.com&amp;blog=2400552&amp;post=4&amp;subd=mypromisedland&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mypromisedland.wordpress.com/2007/12/28/jakarta-cilegon-pp-setelah-1-oktober-2005-bagian-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/93e00185a31d47edb922a817e16cd4ac?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mypromisedland</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>baca Artikel Riswandha di Kompas, BBM, Pendidikan&#8230; ohh Indonesiaku</title>
		<link>http://mypromisedland.wordpress.com/2007/12/28/baca-artikel-riswandha-di-kompas-bbm-pendidikan-ohh-indonesiaku/</link>
		<comments>http://mypromisedland.wordpress.com/2007/12/28/baca-artikel-riswandha-di-kompas-bbm-pendidikan-ohh-indonesiaku/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 28 Dec 2007 02:32:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mypromisedland</dc:creator>
				<category><![CDATA[Nation]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mypromisedland.wordpress.com/2007/12/28/baca-artikel-riswandha-di-kompas-bbm-pendidikan-ohh-indonesiaku/</guid>
		<description><![CDATA[Posted     : September 26, 2005 Location : My first office in Jakarta Seperti hari-hari kerja biasanya, begitu sampe kantor (vehicle : Metro mini 604) saya membaca KOMPAS ( gratisan, laaay&#8230; lumayan ). Setelah Headline n Sports News, jari-jari indahku membuka halaman enam. Kolom tentang opini dan tajuk rencana ( gara2 mindset masih hafal ma KOMPAS [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mypromisedland.wordpress.com&amp;blog=2400552&amp;post=3&amp;subd=mypromisedland&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Posted     : September 26, 2005</em></p>
<p><em>Location : My first office in Jakarta</em></p>
<p><em></em></p>
<p>Seperti hari-hari kerja biasanya, begitu sampe kantor (vehicle : Metro mini 604) saya membaca KOMPAS ( gratisan, laaay&#8230; lumayan ). Setelah Headline n Sports News, jari-jari indahku membuka halaman enam. Kolom tentang opini dan tajuk rencana ( gara2 mindset masih hafal ma KOMPAS format lama, jadi masih sering salah buka halaman empat euy ).<br />
    &#8220;PATRIOT INDONESIA TERAKHIR&#8221; .What was interesting article!!! yoi,coy &#8230;. Indonesia butuh seseorang yg masih inget ma budaya n jatidiri bangsa ini. Capek euy&#8230; cuman pada ngomong kalo indonesia mengalami krisis multidimensional but no action at all (including me &#8230; tentunya <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> ).<br />
Secara sengaja ( oleh segelintir pejabat berhati asu ) , sumber daya alam kita dijual secara pribadi ke negara2 tetangga, so ngak heran Malaysia muncul jadi penghasil karet dan minyak kelapa terbesar di dunia. Thailand unggul jauh sebagai pengekspor ikan , n Singapore sibuk membangun gedung2 pake gunung2 pasir dari wilayah kita.and lebih gila lagi, minyak mentah disalurkan secara senang hati ke tanker-tanker gelap negeri Belanda, Korea,dll.<br />
MAKANYA KITA KRISIS BBM!!!!<br />
    Hmm&#8230; soal Krisis BBM. what a strange case! kenapa Pemerintah Indonesia jadi kebakaran jenggot gara2 nilai jual Minyak dunia melonjak??? BUkannya malah seneng coz KITA INI PRODUSEN MINYAK MENTAH??!! Sebenernya sapa yg penjual n sapa pembeli???? pernah ada ngak penjual roti yang keluarganya jadi melarat gara2 harga jual roti naik??.<br />
Alasan pemerintah: dengan naiknya harga jual minyak dunia, maka gap subsidi bagi rakyat untuk BBM menjadi sangat tinggi. HAHAHHAHA Alasan yg aneh!!! Hoiii&#8230;.. get real! kami bukan rakyat yg bodoh!! Selisih harga nyata minyak dunia dan prediksi harga minyak di APBN itu kan sebagai DEVISA TAMBAHAN!! Harga naik ya keuntungan juga naik!!! Ok lah, perbandingan antara yang diekspor ma yg dipake di dalam negeri emang prosentasenya jauh2 lebih banyak yg dipakai untuk kebutuhan dalam negeri, but &#8230;. KITA INI YANG PRODUSEN!! lah negara2 pengimport minyak mentah aja ngak kelimpungan kaya kita (kayanya sih <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> ).<br />
Seperti idiom yg sering ditulis oleh orang2 : Tikus mati di lumbung padi. mesaake tenan!!</p>
<p>    Inget Pertamina dan Petronas, jadi inget peribahasa &#8220;Guru kencing tidur, Murid kencing naek motor&#8221;. Para pejabat Pertamina tuh apa ya ndak malu to pas ngomong kalo Pertamina selalu merugi?? Pertamina sih merugi, tapi coba liat pejabat-pejabat PERTAMINA &#8230;.mobilnya coy!!! tanahnya dimana2!! sapa yg ngak mau jadi karyawan pertamina???? wakakkaka dagelan yg lucu ! Pertamina bangkrut!!</p>
<p>    Setelah puas menghujat ( maaf2 baru bisa ndumel2 kaya gini ), saya mo coba sumbang saran. Permasalahan bangsa Indonesia ini adalah <strong>budaya dan jati diri</strong>. Kita butuh sosok seperti Bung Karno dlm hal ini. DARE TO SAY NO TO WESTERN CAPITALISM and berani GANTUNG PARA KORUPTOR!!<br />
AYo Pak SBY, beri kami at least 20 koruptor kelas kakap untuk digantung! Di dalam setiap perjuangan pasti ada korban ( semoga bukan saya <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  ), saya rela kok para koruptor yg menjadi korban, masa rakyat mulu,pak. BUDAYA INDONESIA BUKANLAH BUDAYA KORUPSI!</p>
<p>Selain itu, we need great <strong>education</strong> for our next generation. Okelah apes2nya kondisi kita pas2an kaya sekarang ini, but plz give them great education chance! jangan malah dimahalin kaya gini. duh ngak habis pikir saya. Kita korbanin dana ke pendidikan, n beri kesempatan si miskin untuk sekolah setinggi2nya. 10-15 tahun lagi, mereka dah menjadi &#8216;high-educated society&#8217;. kl semakin banyak rakyat yg berpedidikan (dan berbudaya luhur indonesia) so kan lebih mudah untuk membangun kembali negara ini. Lah coba kl sekarang ini, biaya pendidikan mahal! duhhhhhhh masa mau sih kita jadi bangsa yang dah miskin eh bodoh pula!! mo sampe kapan kita &#8216;dijajah&#8217; kaya gini mulu??</p>
<p>Jadi orang tua asuh dalam hal pendidikan yuk, teman-teman <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> .</p>
<p>Note:</p>
<p><b>Prof. Dr. Riswandha Imawan</b> (lahir di Bangkalan, Madura 17 Januari 1955 meninggal dunia di Yogyakarta, 4 Agustus 2006 adalah seorang ahli ilmu politik dan dosen yang dikenal luas karena pandangan-pandangan dan analisisnya yang tajam dan kritis di surat-surat kabar, khususnya mengenai politik pemerintahan Indonesia<em>.(Sumber:Wikipedia Indonesia)</em></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/mypromisedland.wordpress.com/3/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/mypromisedland.wordpress.com/3/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mypromisedland.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mypromisedland.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mypromisedland.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mypromisedland.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mypromisedland.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mypromisedland.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mypromisedland.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mypromisedland.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mypromisedland.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mypromisedland.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mypromisedland.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mypromisedland.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mypromisedland.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mypromisedland.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mypromisedland.wordpress.com&amp;blog=2400552&amp;post=3&amp;subd=mypromisedland&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mypromisedland.wordpress.com/2007/12/28/baca-artikel-riswandha-di-kompas-bbm-pendidikan-ohh-indonesiaku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/93e00185a31d47edb922a817e16cd4ac?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mypromisedland</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
